‏إظهار الرسائل ذات التسميات Puisi. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Puisi. إظهار كافة الرسائل

السبت، 27 أغسطس 2022

Ayah


Dengan rasa takut dan ragu aku memanggilmu.

Dengan aku tanpa mengenalmu aku juga sebutkan panggilanmu.

Dan dengan seiring waktu aku terbiasa memanggilmu dengan sebutan itu.

Ayah aku memanggilmu.

Walaupun tanpa aliran darah dalam tubuhku tapi  kasih sayangmu tak mengalahkan orang yang mengalirkan darahnya padaku.

Ayah...

Kan ku sebut namamu terus dalam sanubariku.

Kan ku ingat jasa jasamu yang memberi ruang untukku dan ibuku.

Ayah walaupun engkau bukan ayah kandugku tpi aku menyayangimu.

Walau engkau bukan ayah kandungku  aku tetap menghormati dan mematuhi ajaran baikmu.

Terima kasih ayah.

Walau engkau ayah sambungku anggapanku beda kau adalah ayah kandungku...


Puisi ini ditulis oleh Angel Lailatul M, siswi kelas 7D yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik.


الخميس، 5 ديسمبر 2019

Hei andai.....

Hei andai.....
Diriku dapat membuang segalanya

Apakah hidup tanpa senyum akan lebih mudah ?
Lagi-lagi dadaku terasa sesak
Aku mohon berhenti berkata

Hei andai...
Semuanya dapat aku lupakan
Apakah hidup tanpa tangis juga akan lebih mudah ?
Tapi karena ku tak dapat lakukan
Hentikanlah tunjukan apapun
Tak peduli dekatnya diriku denganmu
Aku hanya memiliki satu hati
Sungguh kejam,sangat kejam
Baiknya kau ambil tubuhku   hancurkanlah,remukkanlah
Perlakukan ku sesukamu
Meski ku meronta hingga mataku pun membengkak
Dirimu tetap peluk ku erat dan tak ingin melepasnya
Hentikan......

الأربعاء، 4 ديسمبر 2019

Guruku

*GURUKU*

Kau pahlawan tanpa tanda jasa
Semua rintangan kau lewati dengan senyuman
Kesabaranmu tiada hentinya
Oh guruku..........
Jasamu pasti akan ku kenang
Walaupun kami pernah nakal
Tetapi engkau selalu sabar menghadapinya
Tanpamu........
Mungkin sekarang kami sudah menjadi bodoh
Terimakasih guruku........















```PUISI INI DITULIS OLEH VIONIA HANIFATUR ROHMA,KELAS 8B SEKALIGUS PESERTA JURNALISTIK♥```

Sahabat

Sahabat


Sahabat kaulah teman yang menemaniku dalam kegelapanku....
Hidupku sepi tanpamu...
Aku tak bisa menjalani hidup ini tanpamu....
Ingatlah, kau dan aku sahabat.... untuk selama - lamanya...
Aku tanpamu ambyar sobat...


       ( karya : Nesa Pebri Wulandari ).

السبت، 30 نوفمبر 2019

Guru

Guru..
Kesabaranmu...
Menghadapi tingkah laku kami...
Oh....guru...
Maafkan tingkah laku kami
Yang kadang menyakiti hatimu
Oh....guru...
Kau selalu tabah dan ikhlas
Dalam mengajar dan membimbing kami
Kau berharap agar muridmu sukses
Betapa mulianya dirimu
Guru....
Terima kasih atas segala pengorbananmu
Untuk memberikan ilmumu
Terimakasih guru
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa...


       ( karya : wiranti cahyanti )

الاثنين، 25 نوفمبر 2019

Guru

Siapakah dia dibalik terangnya cahaya di gelapnya malam?
Siapakah dia yang memberikan segala kemampuannya untuk mengabdikan diri pada calon-calon penerus bangsa?
Siapakah dia orang-orang yang sering kita panggil pahlawan tanpa tanda jasa?
Siapakah mereka dan imbalan apa yang dapat kita berikan untuknya?


Tempat dimana calon penerus bangsa membentuk prestasi.
Tempat ditentukannya kemajuan negeri ini.
Tempat untuk menggandeng seorang murid yang tertinggal untuk berdiri dan bangkit kembali.
Tempat dimana seharusnya kita berterimakasih bila sudah sukses nanti.

Melihatmu berhasil saja sudah membuatnya bahagia.
Tak perlu meminta imbalan yang berjuta-juta mahalnya.
Guru....
Terimakasih atas jasa dan pengorbanan mu.

Ditulis oleh Erisya Dwi Rahmadani dari Kelas 8A🎈

الجمعة، 22 نوفمبر 2019

Ibu

Engkau adalah wanita yang mulia dan baik negkau mengandung ku selam sembilan bula
kasia sayang mu tak terkirakan engkou bagai suriya yang menyinar dunia ku tak kan ku lupakan sepanjang masa jasamu
terima ksi ibu


Di tulis oleh Risma Ayudia kle 8E sekaligus peserta jurnal litik

IBU

Sembilan bulan engkau mengandungku
Tak pernah kenal lelah engkau merawatku
Engkau berikan kasih sayang padaku
Sungguh besar jasamu ibu....
Walaupun aku tahu tak akan bisa aku membalasnya tapi aku berjanji akan membahagiakanmu kelak didunia walupun di akhiratt



Di tulis oleh Ria Septiana kelas 8C sekaligus peserta Jurnalistik

الخميس، 21 نوفمبر 2019

Ibuku Tersayang

Ibu...
Kaulah satu - satunya wanita yang mulia,
Kaulah perhiasan dalam keluarga kecil ini,
 Tanpamu ibu... tiada aku,
Betapa besar pengorbananmu ibu... demi kehadiranku di dunia ini...
Atas perjuanganmulah aku bisa tumbuh besar sampai detik ini,

Ibu...
Rintihan air matamu membuatku selalu rindu,
Karna belaianmulah aku selalu rindu disaat ku jauh dari pandanganmu,

Ibu...
Tanpa muara kasihmu aku tidak akan bisa merasakan kasih sayangmu kepadaku,
Ibu... jangankan kau memukulku, kau pun tak pernah memarahiku,
Kau selalu memberikan kasih sayang penuh kepadaku,
Perhatianmu tak senilai dari ribuan debu,
Kau selalu melindungiku... tanpa sepengetahuanku,
Bahkan kau tak pernah menjerumuskanku,
Tutur katamu membutku rindu,

Ibu...
Hanya pesan ini yang bisa kusampaikan melewati tulisan ini ...
Hanya secuil hati ini yang bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu,
Jujur, aku bingung harus menulis apa dalam pesan ini,
Yang pasti, hatiku selalu mengatakan bahwa aku menyayangimu ibu...
I Love You ibu...
Aku menyayangimu.

    ( karya : Rini Yuliawati )

Ayah Tercinta

Ayah...
Kaulah kekasih tercinta anak perempuanmu,
Dan kaulah imam yang layak bagi keluarga ini,
Kini... hanya kepadamulah keluarga ini bergantung,

Ayah...
Aku hanya bisa mengagumimu,
Telah lama kau berjasa kepadaku, kaulah pahlawanku ayah....
Kan ku do'akan selalu untukmu ayah, agar sehat selalu...
Semoga keberkahan akan berdatangan menghampirimu,
Dan semoga, dari setiap tetesan keringatmu akan selalu memberikan rizki yang berkah dan halal,

Ayah...
Tak bisa kulupakan semua nasihatmu,
Kau tak pernah mengeluh untuk membimbingku,
Walaupun aku salah satunya anak terbandel dimatamu...

Ayah...
Aku hanya bisa menitipkan pesan ini melewati hati nurniku,
Aku yakin... kau mengerti dengan perasaan dan batinku,

Ayah ....
Semoga dalam bimbinganmu keluarga ini selalu utuh,
Aku yakin, keluarga ini bisa utuh karena bimbingan dan   kasih sayangmu...

 ( Karya : Rini Yuliawati )